Obat Tradisional Campak Pada Bayi

Obat Tradisional Campak – Campak atau rubeola/measles ini adalah jenis penyakit kulit diakibatkan adanya Paramixovirus yang bisa menular baik itu melalui air ludah, dahak, atau cairan yang keluar dari luka. Penyebab dari campak ini akibat kekurangan vitamin A dan tidak mendapatkan vaksinasi.
Sementara gejala campak itu sendiri terlihat mulainya ada demam, batuk dan cairan berisi nanah dan darah. Untuk mengatasi penyakit campak, dibawah ini ada cara membuat ramuan obat campak.
  1. Penyakit campak pada anak ataupun bayi dapat dihilangkan dengan cara tradisional, salah satunya adalah memandikan mereka dengan air hangat yang telah diberi remasan daun jarak yang banyak ditemui di sekitar. Cara ini lebih baik karena kulit pada anak anak lebih sensitif sehingga akan lebih aman jika menggunakan cara alami. Selain itu, cara ini bekerja lebih cepat daripada penggunaan obat-obatan baik yang berupa salep atau tablet. Karena kandungan zat yang berada pada daun jarak akan mengeringka luka campak dengan cepat dan akhirnya menjadi sembuh.
  2. Minum air kelapa muda bagi bayi penderita campak akan bermanfaat untuk menetralkan racun, ditandai dengan keluarnya bintik-bintik merah dari tubuh. Enzim dan antidotum yang ada di dalam air kelapa mampu memberi perlindungan bagi tubuh dari virus. Air kelapa juga mengandung potasium, protein, mineral dan vitamin C yang membantu dalam regenerasi sel. Sehingga pada akhirnya meningkatkan imunitas tubuh, khususnya bagi penderita campak. Campur jus pisang dengan sedikit madu dan segelas air kelapa muda. Saring dan minum ramuan ini untuk mengatasi campak.
Pada anak yang demam akibat campak kemungkinan besar akan mengalami kekurangan cairan tubuh. Pastikan anak anda tetap terdehidrasi dengan baik. Sarankan agar anak anda sering minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

Itulah ramuan Obat Tradisional Campak Pada Bayi tampa menggunakan obat kimia, semoga bermanfaat. Jangan Lupa like dan share artikelnya…!

Author: 

    Related Posts

    No Response

    Leave a Reply